STAHN Mpu Kuturan Lahirkan Dua Guru Besar Bidang Agama Hindu

Singaraja, Dua orang guru besar akhirnya dilahirkan oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak berdiri 2016 silam. Keduanya dikukuhkan langsung oleh Dirjen Bimas Hindu pada Jumat (24/11) siang di Gedung Kesenian Gede Manik Singaraja, yang dirangkaikan dengan acara Wisuda ke VII.

Kedua guru besar itu adalah Prof. Dr. Gede Suwindia, S.Ag, M.A bidang Ilmu Agama dan Lintas Budaya yang merupakan lulusan S3 Universitas Gadjah Mada tahun 2013 silam. Pria kelahiran Karangasem 29 November 1976 ini juga kini menjabat sebagai Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak 2020 silam.

Selanjutnya Prof. Dr. Drs. Putu parmajaya, M.Pd, bidang Ilmu Agama Hindu, merupakan dosen senior kelahiran Desa Satra, Kecamatan Kintamani Bangli pada 31 Desember 1959 yang menuntaskan Pendidikan Doktornya di IHDN Denpasar. Saat ini Parmajaya sedang menjabat sebagai Ketua Senat STAHN Mpu Kuturan.

Gede Suwindia dalam orasi ilmuahnya berjudul “Menyemai Benih, Merawat Kerukunan: Moderasi Beragama Dalam Bingkai Budaya Bali” memaparkan bahwa era disrupsi membawa arus yang memberikan dampak dalam menjaga kerukunan.

“Kerukunan itu tidak jatuh dari langit. Namun tugas kita harus menjaganya, mengkonstruksinya dengan nilai-nilai kearifan lokal. Agama dan budaya adalah sejoli yang saling melengkapi, jika hilang salah satunya, tamatlah keharmonisan di Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan Putu Parmajaya yang tampil dengan orasi ilmiah berjudul “Taksonomi Nilai Kognitif Berbasis Tri kaya Parisudha Sebagai Alat Ukut Psikologis dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu”.

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu, Nengah Duija berpesan agar guru besar yang dihasilkan harus memberikan kontribusi yang nyata bagi institusi dalam tataran akademik dan masyarakat pada umumnya.

Guru besar harus jadi tauladan bagi juniornya. Bukan menjadi masalah bagi juniornya. Guru besar memiliki kebebasan mimbar akademik, dia boleh berbicara dimanapun berdasarkan keahliannya. Kalau seluruh guru besar berbicara baik di tingkat lokal, nasional, sebagai rekognisi, otomatis perguruan tinggi akan berkembang,” pesannya.

Di sisi lain, acara pengukuhan Guru Besar juga dirangkaikan dengan acara wisuda ke VII baik jenjang S1 dan S2. Tercatat sebanyak 129 wisudawan yang berhasil menamatkan studinya.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *