
Singaraja, Pengurus Cabang (Pengcab) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Buleleng menggelar gashuku serta ujian kenaikan tingkat dan penurunan kyu di SMA Taruna Mandara, Minggu (18/10). Kegiatan ini diikuti hampir 200 kohai atau peserta latihan karate.
Kegiatan tersebut untuk pertama kalinya digelar di SMA Taruna Mandara. Mayoritas peserta merupakan siswa sekolah tersebut, sementara sisanya berasal dari jalur umum.
Ketua Harian Pengcab INKAI Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., yang akrab disapa dr. Caput, mengatakan SMA Taruna Mandara dipilih karena menjadikan karate sebagai kurikulum wajib untuk membentuk fisik dan mental siswa.
Ia juga mengapresiasi Made Mangku Pastika selaku penggagas sekolah tersebut atas dukungan fasilitas yang diberikan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Made Mangku Pastika yang telah menyiapkan fasilitas luar biasa ini sehingga gashuku dan ujian INKAI bisa berjalan lancar,” ujar dr. Caput.
Menurutnya, gashuku dan ujian kenaikan tingkat tidak sekadar menjadi proses untuk mendapatkan sabuk baru, tetapi juga mengukur kemampuan teknik serta perkembangan peserta sesuai tahapan latihan.
Pembinaan yang disiplin dan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi, sekaligus mempersiapkan karate Buleleng menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.
“Prestasi itu tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses tempaan seperti ini. Astungkara, secara umum kesiapan FORKI Kabupaten Buleleng menyambut Porprov sudah sangat matang,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengcab INKAI Buleleng, Putu Arga, menjelaskan ujian melibatkan tim penguji dari Pengurus Daerah (Pengda) INKAI Bali. Peserta mengikuti ujian dengan tingkatan beragam, mulai dari sabuk dasar hingga menengah.
Materi ujian disesuaikan dengan tingkatan sabuk masing-masing peserta agar penilaian sesuai kemampuan dan materi yang telah dipelajari.
“Materi pembinaan menyesuaikan tingkatan sabuk. Pelatih sudah memahami materi untuk sabuk putih, kuning, biru, hingga cokelat. Jadi, para atlet tinggal mengikuti ujian sesuai dengan materi yang telah dipelajari agar pembinaan berjalan sesuai standar yang diharapkan,” pungkasnya.(*)
