Pasokan Masuk 16 Juta Liter Pertalite, Buleleng Cuma Kebagian 8 KL

BULELENG – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan pasokan 16 juta liter Pertalite untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Meski stok di terminal mulai membaik, distribusi ke Kabupaten Buleleng masih perlu dipercepat menyusul tujuh dari 20 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami kondisi kritis untuk produk Pertalite.

Pada Sabtu (17/10/2026), Buleleng baru menerima penyaluran delapan kiloliter Pertalite yang didistribusikan ke SPBU Dencarik. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng meminta Pertamina memprioritaskan pemerataan pasokan ke seluruh SPBU di wilayah tersebut.

Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Bali PT Pertamina Patra Niaga, Aziz Askaputra, menjelaskan sebagian besar pasokan BBM untuk Buleleng berasal dari Terminal Manggis, Karangasem. Terminal tersebut juga melayani kebutuhan sejumlah wilayah lain, termasuk Denpasar dan Badung, sehingga distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan armada truk tangki.

Aziz menyebut kondisi stok Pertalite di terminal saat ini relatif lebih aman dibandingkan pekan sebelumnya. Selain tambahan pasokan 16 juta liter dari kapal MT Pangkalan Brandan, Pertamina juga menantikan kedatangan kapal MT Opus Point yang membawa 22 juta liter Pertalite pada Minggu (18/10/2026).

“Kondisi stok Pertalite kita untuk saat ini relatif lebih aman daripada minggu lalu, apalagi ada tambahan pasokan 16 juta liter dari kapal Pangkalan Brandan dan akan disusul 22 juta liter Pertalite dari kapal Opus Point pada 18 Oktober,” ujar Aziz dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng, Sabtu (17/10/2026).

Meski demikian, distribusi ke Buleleng masih menjadi perhatian karena sejumlah SPBU mengalami penurunan stok. Menurut Aziz, penyaluran awal biasanya memprioritaskan wilayah yang lebih dekat dengan Terminal Manggis, sedangkan daerah yang lebih jauh, termasuk Buleleng, dilayani secara bertahap.

“Untuk wilayah Buleleng, pagi ini baru tersuplai delapan kiloliter, tetapi segera akan kami percepat pelayanannya, terutama ke SPBU yang stoknya sudah menipis agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.

Berdasarkan pemantauan Pertamina, dari 20 SPBU di Buleleng, sebanyak 12 SPBU berada dalam kategori aman untuk Pertalite, sedangkan tujuh lainnya masuk kategori kritis. Untuk Pertamax, dari 10 SPBU yang menyediakan produk tersebut, enam berstatus aman, dua waspada, dan dua lainnya kritis. Sementara itu, dua SPBU yang menyediakan Pertamax Turbo masih dalam kondisi aman.

Di sisi lain, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak memastikan kepastian pasokan BBM bagi masyarakat. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10/2026), Sutjidra langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memperjuangkan penambahan sekaligus pemerataan distribusi BBM.

Sutjidra menyoroti pasokan BBM yang diterima Buleleng karena dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Dalam kondisi normal, kebutuhan pasokan BBM di Buleleng mencapai sekitar 340 kiloliter. Namun, pasokan yang diterima saat ini disebut masih berada di bawah 50 persen dari kebutuhan tersebut.

“Sekarang pasokan yang diberikan di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng,” ungkap Sutjidra.

Selain memastikan pasokan, pemerintah daerah juga menyoroti antrean panjang di sejumlah SPBU. Sutjidra mengaku memahami kondisi masyarakat yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan hingga menginap di SPBU demi mendapatkan BBM.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Buleleng memutuskan membebaskan sementara penerapan sistem pembelian BBM berdasarkan nomor polisi ganjil-genap pada Sabtu (17/10/2026). Kebijakan ini diambil karena sosialisasi kepada masyarakat dinilai belum berjalan optimal. “Untuk hari ini, sistem ganjil-genap kami bebaskan terlebih dahulu karena masyarakat belum tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.(dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *