Pecah Telor, PJ Bupati Akhirnya Mutasi Pejabat

 

Singaraja, Sejak awal menjabat di Buleleng pada 27 agustus 2022 lalu, baru kali ini Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana lakukan mutasi pimpinan tinggi pratama.

Penjabat (Pj) Bupati Ketut Lihadnyana melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas untuk mengisi kekosongan jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten Buleleng. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (21/6).Sebanyak enam pejabat pimpinan tinggi pratama, 57 pejabat administrasi, dan 89 pejabat pengawas diisi melalui sistem manajemen talenta.Dalam sambutannya, Penjabat bupati Lihadnyana memaparkan proses panjang dari pengisian kekosongan jabatan di linkup pemerintahan kabupaten Buleleng. Pihaknya memastikan bahwa pengisian jabatan ini dilakukan secara akuntabel dan sesuai dengan kompetensi masing-masing individu.

“Kenapa saya lama tidak melakukan mutai, karena prosesnya sangat panjang. Selain itu pengisian jabatan ini juga harus ada ijin dari kementrian dalam negeri RI. Sekarang tidak lagi pola lama. Bersurat, membentuk panitia seleksi, dan lain sebagainya,”ujarnya.

Pj Bupati Lihadnyana berpesan agar para pejabat memiliki tolak ukur yakni kinerja. Inovasi yang nantinya akan dibuat diharapkan memiliki dampak signifikan terharap target kinerja yang sudah ditetapkan.

“Contohnya dinas pertanian, selain mengelola anggaran juga harus di target berapa bisa menaikkan produksi. Silahkan berinovasi untuk itu. Demikan juga dengan BPKPD. Masalah beratnya ada pada asset dan PAD, nanti akan dicarikan orang yang paham dengan pengelolaan aset serta mencari sumber-sumber baru untuk mengingkatkan PAD. Tentunya dengan menggunakan manajemen talenta,”ungkapnya.

Pj Bupati Lihadnyana menambahkan sistem manajemen talenta (Simata) sudah berproses untuk mengisi kekosongan jabatan saat ini. Prosesnya relatif lebih cepat karena sudah melalui sistem dan jumlah usulannya sedikit.

“Kalau yang kemarin lama karena seratusan. Usulannya juga tidak semua disetujui karena masa kerja belum memenuhi dan penilaian kinerjanya sedang, kurang, buruk, bahkan tidak disetujui,”terangnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *