
Singaraja, Enam mahasiswa PGSD FIP Undiksha ikuti program pengabdian Bahasa Indonesia di Australia.
Enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha mengikuti program pengabdian kepada masyarakat terkait pembelajaran Bahasa Indonesia melalui kolaborasi dengan KBRI Canberra, Trinity Christian School, dan St Clare of Assisi Primary School. Sebelum berangkat ke Australia, para mahasiswa tersebut dilepas secara resmi oleh Dekan FIP Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.

Program internasional ini merupakan program pertama yang dilaksanakan FIP Undiksha yang didanai oleh Kementrian Republik Indonesia, sebagai guru bantu Bahasa Indonesia di Australia. Enam mahasiswa dan dua Dosen pendamping tersebut dijadwalkan melaksanakan pengabdian selama kurang lebih dua bulan satu minggu di Negeri Kanguru.
Selama mengikuti program, mahasiswa akan melakukan observasi di sekolah mitra sekaligus membantu guru dalam mempersiapkan proses pembelajaran. Selain itu, mereka juga akan mempelajari kurikulum serta sistem asesmen terhadap peserta didik di sekolah setempat.
Wakil Dekan FIP Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Kadek Suranata, S.Pd., M.Pd., Kons., mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dalam mewujudkan Undiksha sebagai International Reputable University in Education and Leadership (IRUEL). Program internasional seperti ini diharapkan dapat terus berkembang serta mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk mengikuti kegiatan serupa.
Ia juga berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi diri sekaligus membangun jejaring internasional. “Saya berharap mahasiswa ini bisa menunjukkan kualitas terbaiknya,” ujarnya kepada reporter radio nuansa giri fm pada 13 Februari 2026.
Sementara itu, salah seorang peserta program, Kadek Adrian Surya Indra Wirawan, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia bahkan telah mengikuti program keluar negeri untuk ketiga kalinya. Menurutnya, kesiapan mental dan kemampuan bahasa menjadi modal utama dalam mengikuti program pengabdian ke luar negeri.
“tentu sangat antusias ya, tantangan mengikuti program keluar ya sudah pasti mental dan bahasa menjadi modal dasar, karena dengan mental yang baik dan bahasa kita dapat menunjukkan Indonesia yang baik tentunya nama Undiksha juga,” ungkapnya.
FIP Undiksha terus berupaya memperluas kerja sama internasional serta meningkatkan jumlah peserta dalam program serupa, baik dengan sekolah maupun perguruan tinggi di Australia maupun negara lainnya.(dnu)
