Buleleng Excellent Teacher 2026 Bekali Guru Hadirkan Pembelajaran yang Berpihak pada Anak

Singaraja, Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Buleleng mengikuti Buleleng Excellent Teacher 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan kolaborasi Astha Global, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, serta PGRI Kabupaten Buleleng ini menghadirkan psikolog dan tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Si. atau Kak Seto untuk membagikan inspirasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan membahagiakan anak.

Kegiatan dibuka Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., mewakili Bupati Buleleng. Hadir pula Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber dalam talkshow yang dipandu Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan Buleleng Excellent Teacher menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era Generasi Alpha. Menurutnya, guru saat ini dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memahami karakter dan kebutuhan setiap peserta didik.

“Atas arahan Bapak Bupati bersama Bunda PAUD, kami menggagas Buleleng Excellent Teacher bekerja sama dengan Astha Global. Guru-guru diajak berbagi pengalaman sekaligus memperoleh wawasan baru tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak-anak masa kini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, momentum kegiatan ini sangat tepat karena berlangsung menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bekal yang diperoleh para guru diharapkan dapat langsung diterapkan sehingga peserta didik baru merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah.

“Kita harus mengenali peserta didik lebih dalam, kemudian menyusun strategi pembelajaran yang membuat mereka belajar dengan senang, nyaman, dan bahagia. Ketika anak menikmati proses belajar, maka potensi mereka akan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Dalam sesi materi, Kak Seto menekankan bahwa perubahan kurikulum tidak boleh mengubah tujuan utama pendidikan, yakni memenuhi kepentingan terbaik bagi anak. Menurutnya, sekolah harus mampu menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan peserta didik, bukan sebaliknya.

“Kurikulum boleh berganti, tetapi tujuannya harus tetap sama, yakni demi kepentingan terbaik bagi anak. Bukan anak yang menyesuaikan diri dengan sekolah, melainkan sekolah yang harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak,” tegas Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) tersebut.

Kak Seto juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ia menyebut pendidikan karakter lebih banyak dibangun di lingkungan keluarga karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama orang tua.

Selain itu, ia mengajak para guru untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengajar agar proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Menurutnya, guru harus mampu menjadi sahabat bagi peserta didik sehingga anak merasa aman dan percaya diri dalam belajar.

“Guru hendaknya menjadi sahabat bagi peserta didik, memahami potensi setiap anak yang berbeda-beda, serta mengajar dengan cara yang kreatif, menarik, dan penuh kegembiraan. Belajar yang efektif adalah belajar dalam suasana yang menyenangkan,” pungkasnya.

Melalui Buleleng Excellent Teacher 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap lahir semakin banyak guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan yang berorientasi pada tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.(uka)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *