
Kaliasem-Semangat melestarikan sejarah, sastra, dan budaya Bali Utara kembali mengemuka dalam Sarasehan dan Bedah Buku “Bunga Rampai” Anak Agung Pandji Tisna Pendiri Lovina yang digelar di Spice Beach Club, Desa Kaliasem, Minggu (26/7).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Lovina Festival 2026 ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan identitas budaya sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.
Dalam acara ini nampak dihadiri para tokoh puri salah satunya penglingsir puri sukasada IGN Oka Darmawan dan IGN Ngurah Rahardja bersama penglingsir puri lainnya
Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Kadisdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P. disampaikan bahwa sarasehan dan bedah buku ini bukan sekadar mengenang sosok Anak Agung Pandji Tisna, tetapi menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat membangun masa depan Buleleng melalui penguatan budaya, sastra, dan pariwisata.
“Warisan pemikiran Anak Agung Pandji Tisna harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi muda. Beliau telah meletakkan fondasi penting bagi perkembangan sastra sekaligus pariwisata Bali Utara. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat identitas budaya sebagai modal utama pembangunan daerah,” ujar Surya Bharata saat membacakan sambutan Bupati Buleleng.
Buku “Bunga Rampai Anak Agung Pandji Tisna Pendiri Lovina” menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian pemikiran dan perjuangan tokoh yang dikenal sebagai sastrawan Angkatan Pujangga Baru sekaligus pelopor pariwisata Bali Utara.
Menariknya, salah satu penyusun buku tersebut adalah Pengelingsir Puri Agung Singaraja, Anak Agung Ngurah Ugrasena, yang merupakan cucu dari Anak Agung Pandji Tisna. Kehadiran buku ini diharapkan mampu menjadi referensi penting bagi generasi muda dalam memahami perjalanan sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan sang tokoh.
“Buku ini kami susun sebagai upaya mendokumentasikan pemikiran, perjuangan, dan keteladanan Anak Agung Pandji Tisna agar tidak hilang ditelan zaman. Harapannya, generasi muda mengenal beliau bukan hanya sebagai pendiri Lovina, tetapi juga sebagai tokoh sastra dan budayawan yang memberikan inspirasi bagi Bali,” ungkap Anak Agung Ngurah Ugrasena.
Suasana sarasehan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Sejumlah narasumber penanggap, yakni Made Adnyana Ole, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., serta Jro Gde Sudibya, mengulas berbagai sisi kehidupan Anak Agung Pandji Tisna, mulai dari kiprahnya di dunia sastra, pemikiran kebudayaan, hingga kontribusinya dalam merintis kawasan Lovina sebagai ikon pariwisata Bali Utara.

Diskusi yang berlangsung interaktif memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian warisan intelektual dan budaya yang telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan Buleleng.
Melalui sarasehan dan bedah buku ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan mewariskan nilai-nilai perjuangan Anak Agung Pandji Tisna kepada generasi muda.
Warisan pemikiran tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga semakin mengukuhkan Lovina sebagai destinasi wisata yang menawarkan kekayaan sejarah, sastra, budaya, dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama Bali Utara.(305)
