Subak Di Buleleng Terima Belasan ALSINTAN

SINGARAJA, Pemerintah Kabupaten Buleleng menerima penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang disalurkan melalui Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama.

Bantuan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) serta bibit tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra pada Minggu (6/9) di Kantor Dinas Pertanian. Adapun bantuan yang diserahkan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani meliputi 14 unit mesin penanam padi (rice transplanter), 55.000 bibit kelapa genjah, serta 1.300.000 bibit tanaman kopi unggul jenis robusta dan arabika.

Kepada reporter radio nuansa giri fm Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, menyampaikan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjembatani aspirasi para petani di Bali, khususnya Buleleng yang dinilai memiliki potensi sektor pertanian yang sangat besar serta didukung sinergi pemerintah daerah yang aktif.

“Kami harapkan bantuan dari pemerintah ini disambut dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh para petani, sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat tani di Buleleng dan Bali pada umumnya,” ujar Adi Wiryatama didamping Pemerhati Pertanian Kabupaten Buleleng Dewa Gede Sugiharto.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas bantuan yang dialokasikan bagi para kelompok tani dan subak di Buleleng. Sutjidra menjelaskan bahwa 14 unit rice transplanter disebarkan ke 14 subak untuk mempermudah proses tanam padi. Untuk komoditas bibit kopi dan kelapa, penanaman dijadwalkan mulai berlangsung secara simultan pada bulan November dan Desember mendatang guna menyesuaikan dengan datangnya musim hujan.

“Penanaman bibit kopi seluas 1.370 hektar ini akan difokuskan di kawasan sentra dataran tinggi seperti Wanagiri, Gobleg, Bongancina, Gitgit, hingga Sukasada. Sedangkan bibit kelapa disebar ke kelompok tani di berbagai kawasan seperti Menali, Jagaraga, dan Kerobokan,” jelas Sutjidra.

Bupati Sutjidra menambahkan, Buleleng juga masuk dalam program penguatan ketahanan pangan nasional hingga tahun 2029 dengan fokus pengembangan empat komoditas utama yakni manggis, durian, bawang merah, dan sayuran hijau. “Kami berharap rangkaian program ini semakin memperkokoh posisi Buleleng sebagai lumbung pangan di tingkat daerah maupun nasional,” harapnya. (dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *