
SINGARAJA – Sebanyak 50 pecalang dari 14 banjar adat di wewidangan Desa Adat Buleleng mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pecalang Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (DPMA) Provinsi Bali tersebut berlangsung di Wantilan Desa Adat Buleleng dan diikuti secara daring bersama sejumlah pecalang dari desa adat lainnya di Bali.
Kabid Pemajuan Hukum Adat DPMA Provinsi Bali, Ida Bagus Rai Dwija Juliarta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya digelar oleh DPMA Provinsi Bali. Tahun ini, bimtek diikuti sebanyak 80 pecalang yang berasal dari enam desa adat di Bali.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas pecalang, khususnya dalam menjalankan tugas dan fungsi di wilayah desa adat.
“Setiap tahunnya kami senantiasa menggelar bimtek ini untuk memberikan peningkatan kapasitas kepada pecalang di Bali. Untuk tahun ini diikuti sebanyak 80 orang pecalang. Materinya tentu seputar teknik dasar pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli atau TURJAWALI oleh pecalang dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas,” ujarnya.

Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, MM, mengapresiasi pelaksanaan bimtek tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak pecalang di Desa Adat Buleleng yang mendapatkan peningkatan kapasitas.
Sutrisna menyebut, jumlah pecalang di Desa Adat Buleleng mencapai 524 orang. Dengan jumlah tersebut, pelaksanaan bimtek secara berkelanjutan dinilai penting agar pembekalan dapat diberikan secara bergantian kepada seluruh pecalang.
“Semoga bimtek ini berkelanjutan, sehingga pecalang di Desa Adat Buleleng yang jumlahnya 524 orang bisa bergantian mendapatkan peningkatan kapasitas,” ungkapnya.
Selain peningkatan kapasitas, Sutrisna juga menyoroti perhatian dan penghargaan terhadap pecalang yang selama ini menjalankan tugas adat secara ngayah. Menurutnya, kontribusi pecalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan adat perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak.
“Setidaknya ke depan pecalang harus lebih mendapatkan perhatian. Kita tahu bersama pecalang selama ini selalu ngayah. Semoga ke depan mereka mendapatkan insentif agar menjadi penyemangat dalam bertugas,” imbuhnya.(dnu)
