
Sukasada, Sekeha Santi “Santi Dharma Sasana” Lingkungan Bantang Banua, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, menggelar Utsawa Dharma Gita tingkat yowana se-Kelurahan Sukasada di Wantilan Desa Adat Sukasada, Minggu (5/7). Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-8 Sekeha Santi Dharma Sasana, sekaligus menjadi upaya membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni budaya Hindu, khususnya Dharmagita.
Utsawa Dharma Gita tersebut melibatkan peserta dari tiga desa adat di wilayah Kelurahan Sukasada, yakni Desa Adat Sukasada, Desa Adat Sangket, dan Desa Adat Lumbanan. Secara keseluruhan, terdapat 13 pasang peserta yang ambil bagian dalam perlombaan, terdiri dari 7 pasang peserta geguritan dan 6 pasang peserta kekawin.
Kepada Reporter Radio Nuansa Giri FM Ketua Sekeha Santi Dharma Sasana, Jro Ketut Tika, mengatakan pelaksanaan Utsawa Dharma Gita ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap mulai menurunnya minat generasi muda terhadap budaya dan tradisi Hindu. Karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan sekaligus rangsangan bagi anak-anak muda agar kembali dekat dengan akar budayanya sendiri.
“Kami melihat animo masyarakat, khususnya generasi muda, sepertinya semakin terkikis keinginannya terhadap budaya kita, khususnya budaya Hindu. Karena itu, tiang mencoba melalui kegiatan ini untuk merangsang anak-anak muda agar kembali tertarik kepada budaya kita, khususnya seni budaya Dharmagita. Di samping itu, tentu tujuannya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya kita,” ujarnya.
Jro Ketut Tika juga mengaku bersyukur atas sambutan positif yang diberikan para peserta dan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Di tengah berbagai keterbatasan, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons menggembirakan dari generasi muda di Sukasada.
“Tanggapan tiang selaku ketua penyelenggara tentu sangat-sangat bersyukur dan boleh dikatakan sedikit berbangga. Dengan segala-galanya yang masih serba kosong, baik dari sisi finansial maupun kemampuan, kami tetap mencoba menyelenggarakan kegiatan ini. Ternyata ada tanggapan yang baik dari anak-anak muda. Mudah-mudahan ini menjadi tonggak untuk berkembang di hari-hari berikutnya,” katanya.
Ke depan, ia berharap Utsawa Dharma Gita tidak hanya berhenti sebagai bagian dari perayaan ulang tahun sekaa santi semata, tetapi juga dapat berkembang menjadi agenda pembinaan budaya yang berkelanjutan.(uka)
