157 Wisudawan Unipas Resmi Sandang Gelar, Saatnya Buktikan Ilmu Lewat Pengabdian

Buleleng, – Sebanyak 157 mahasiswa Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja resmi menyandang gelar akademik. Prosesi Wisuda ke-XXXVII digelar di Auditorium Hotel Banyualit, Singaraja, Sabtu (5/9).

Momen sakral tersebut tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan para wisudawan bersama keluarga. Di balik toga dan gelar yang disandang, terselip pesan agar para lulusan mampu membuktikan ilmu yang diperoleh selama kuliah melalui karya dan pengabdian nyata.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, S.H., yang hadir langsung dalam prosesi wisuda. Menariknya, Supriatna juga merupakan alumni Universitas Panji Sakti.

Sebagai alumni Unipas, Supriatna mengaku bangga dapat kembali ke almamater dan menyaksikan generasi baru lulusan perguruan tinggi tersebut.

 “Sebagai alumni Universitas Panji Sakti, tentu saya merasa bangga bisa hadir di tengah-tengah keluarga besar almamater dalam Wisuda ke-XXXVII ini,” kata Supriatna.

Sementara itu, Rektor Universitas Panji Sakti, Dr. I Nyoman Gede Remaja, S.H., M.H., mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni penutup perjalanan akademik.

Menurutnya, wisuda justru menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan yang baru dengan tanggung jawab yang lebih besar.

“Wisuda ini merupakan momentum kebahagiaan bagi para lulusan dan keluarga. Namun, di balik kebahagiaan tersebut terdapat tanggung jawab yang besar,” ujar Remaja.

Ia berharap para alumni Unipas mampu menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

“Kami berharap seluruh lulusan dapat menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, integritas dan kepedulian sosial,” katanya.

Para alumni, lanjutnya, diharapkan tetap membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di Universitas Panji Sakti, di mana pun mereka nantinya berkarya.

Kini, sebanyak 157 lulusan tersebut resmi meninggalkan bangku kuliah. Gelar telah diraih, toga telah dikenakan. Berikutnya, masyarakat menunggu bukti—sejauh mana ilmu yang mereka peroleh mampu diubah menjadi karya dan pengabdian nyata. (eta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *