Senandung Giri : Festival Lovina Bidik 25 Ribu Wisatawan, Bagaimana Mengukur Capaian Targetnya?

Catus Pata, Festival Lovina 2026 memasang target ambisius. Selama lima hari pelaksanaan, 24–28 Juli 2026, festival bertema “Theatre of Dolphin” ini menargetkan mampu mendatangkan 25 ribu wisatawan, baik wisatawan lokal maupun domestik. Festival yang  dipusatkan di dua lokasi, yakni Puri Tasik Madu dan Pantai Binaria . Optimisme tersebut turut didukung wajah baru kawasan Lovina yang telah ditata sehingga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata Bali Utara.

Mengangkat tema “Theatre of Dolphin”, festival ini menjadikan lumba-lumba sebagai ikon utama. Satwa laut yang selama ini telah menjadi identitas Lovina sebenarnya bukan potensi baru. Namun, untuk pertama kalinya keberadaan lumba-lumba diangkat sebagai narasi besar festival, memperkuat posisinya sebagai simbol pariwisata Lovina. Beragam kegiatan disiapkan untuk menarik minat pengunjung, di antaranya kampanye Gemar Makan Ikan, cross country, bedah buku, pertunjukan seni budaya, hingga atraksi Sapi Gerumbungan yang menjadi salah satu ikon budaya Buleleng.

Kalau semesta sudah mendukung, jangankan manusia, binatang pun ikut berkontribusi untuk pariwisata. Ada Sapi Gerumbungan yang menjadi atraksi budaya, ada lumba-lumba yang menjadi daya tarik wisata. Masih banyak potensi alam yang bisa diangkat untuk memperkuat pariwisata,”

Target 25 ribu wisatawan tentu menjadi capaian yang menarik untuk dicermati. Si Giri bertanya “ Bagaimana angka 256 ribu itu  nantinya diukur. Apakah panitia akan menerapkan sistem pencatatan pengunjung di setiap pintu masuk ?, menggunakan tiket atau pemindaian QR code, atau melalui metode pendataan lainnya? Saje sing 25 ribu nto?

Metode penghitungan tersebut menjadi penting agar capaian festival dapat diukur secara objektif. Data kunjungan yang akurat tidak hanya menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan Festival Lovina, tetapi juga menjadi dasar evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap sektor pariwisata, pelaku UMKM, serta perekonomian masyarakat di kawasan Lovina. Dengan demikian keberhasilan Festival Lovina bukan semata ditentukan oleh tercapai atau tidaknya angka 25 ribu wisatawan. Yang lebih penting adalah bagaimana target tersebut dapat dibuktikan melalui sistem pendataan yang jelas, sehingga setiap capaian memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi pijakan bagi pengembangan Festival Lovina di masa mendatang ya nggak ya nggak?

Tim Pemberitaan Dewata Roundup.(tut)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *