
KUBUTAMBAHAN, Ratusan pembalap dari berbagai daerah turun langsung beradu kencang di Sirkuit Jatimas, Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, dalam ajang R-JOSS-24 Bupati Buleleng Cup Grasstrack dan Motocross Championship 2026 pada Minggu(13/9).
Ajang otomotif ini mempertandingkan total 31 kelas yang diikuti 207 starter yang merupakan didominasi oleh atlet pemula. Digagas R-JOSS24 bersama Pengkab IMI Buleleng, kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan atlet usia dini sekaligus uji coba kesiapan Buleleng sebagai tuan rumah Porprov Bali XVII 2027 mendatang.

Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra yang hadir membuka kejuaraan menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal yang tepat untuk mempersiapkan Buleleng sebagai tuan rumah Porprov 2027. Ia menegaskan Pemkab Buleleng akan fokus membina atlet sejak dini sesuai jargon Buleleng Paten, Tangguh, dan Juara. Targetnya, Buleleng mampu berprestasi saat menjadi tuan rumah Porprov 2027.
“Ke depannya, kami berkomitmen untuk menata ajang ini agar berkelanjutan dan masuk menjadi agenda resmi tahunan. Melalui sinergi bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Buleleng dan pihak terkait lainnya guna meningkatkan level sirkuit lokal ini agar memenuhi standar nasional,”ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua IMI Buleleng Gede Purnamawan, mengungkapkan membludaknya peserta terjadi karena saat ini tidak ada event lain di wilayah Jawa Timur hingga Bali. Kondisi tersebut menjadi momentum bagi Buleleng untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah olahraga otomotif.
“Yang paling banyak anak-anak. Karena kita kan tujuannya pembibitan. Mereka ada tempat untuk latihan dan untuk tanding. Kejuaraan ini juga sebagai ajang penjaringan atlet untuk Porprov 2027,” tambahnya.

Sebagai inisiator, R-JOSS24 menegaskan komitmennya untuk mengawal event ini agar terus berkelanjutan. Penasehat R-JOSS24 I Nyoman Sunarta menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan relawan terhadap pembangunan Buleleng.
“Lewat olahraga, kita ingin mencetak atlet berprestasi sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, salah seorang starter asal kabupaten Badung Ni Made Cantika Diandita mengaku pertama kali mengikuti kejuaraan di Buleleng.
“gara-gara kakak dan bapak jadi pembalap, aku juga ingin ikutan dan ini baru pertama kali ikut di Buleleng,”ungkapnya.(dnu)
