PDI Perjuangan Buleleng Perkuat Peran Kader Perempuan di Tingkat Akar Rumput

SINGARAJA, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng mendorong penguatan peran kader perempuan hingga tingkat akar rumput. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam organisasi sekaligus membantu menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, saat Koordinasi Bidang Perempuan DPC PDI Perjuangan Buleleng di Wisma PLN Candi Kuning, Bedugul, Selasa (6/10). Kegiatan diikuti ratusan kader perempuan dari DPC dan PAC se-Kabupaten Buleleng, termasuk Gatriwara dan simpatisan.

Supriatna mengatakan, keterwakilan perempuan dalam struktur PDI Perjuangan Buleleng telah terpenuhi mulai dari tingkat ranting, PAC hingga DPC. Namun, regenerasi kader perempuan, khususnya dari kalangan generasi muda, masih menjadi tantangan.

Menurutnya, banyak anak muda Buleleng yang setelah lulus SMA melanjutkan pendidikan maupun bekerja ke luar daerah.

“Untuk merekrut kader perempuan dari generasi yang lebih muda, generasi milenial, ini agak kesulitan. Setelah melanjutkan tingkat SMA, mereka banyak keluar kabupaten, ada yang kuliah ke Denpasar maupun langsung bekerja ke luar daerah,” ujarnya.

Karena itu, Supriatna menilai keberadaan kader dan simpatisan perempuan yang telah aktif di masing-masing wilayah sangat penting untuk terus menggerakkan perempuan di desa dan kecamatan.

“Keberadaan mereka sangat penting saat ini. Kita harapkan mereka terus bergerak,” imbuh politisi asal Desa Tejakula tersebut.

Ia juga berharap jajaran DPP PDI Perjuangan lebih sering turun ke daerah untuk memberikan penguatan ideologi dan organisasi kepada kader, khususnya di tingkat ranting dan PAC.

“Hal-hal seperti ini kita harapkan terus dilaksanakan agar kader-kader khususnya di tingkat ranting maupun PAC mendapatkan motivasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, memperkenalkan program Perempuan Penggerak Akar Rumput (PPAR). Program tersebut menjadi salah satu program prioritas Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan.

Bintang menjelaskan, PPAR dirancang untuk mendorong perempuan berani menyampaikan persoalan sekaligus menggerakkan masyarakat di lingkungannya. Kader yang mengikuti pelatihan di tingkat daerah nantinya dipersiapkan menjadi pelatih untuk meneruskan program tersebut di kabupaten masing-masing.

“Pelatihan yang kita lakukan di tingkat DPD itu adalah pelatihan para pelatih. Mereka siap menjadi pelatih yang akan menggerakkan di kabupatennya masing-masing,” kata Bintang.

Bintang menilai penguatan perempuan di akar rumput penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, perempuan perlu diberikan ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kehidupan sosial.

Menanggapi persoalan regenerasi kader perempuan muda di Buleleng, Bintang menyebut salah satu langkah yang perlu didorong adalah membuka lebih banyak peluang kerja di daerah agar generasi muda tidak selalu harus meninggalkan daerah asal.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk menggali persoalan yang dihadapi perempuan di Kabupaten Buleleng. Kita akan berlanjut dengan penguatan kader dan pendampingan di tingkat akar rumput,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *