PARLEMEN

DPRD Buleleng Dorong Kepastian Aset Usai Penyegelan SD di Kubutambahan
PARLEMEN

DPRD Buleleng Dorong Kepastian Aset Usai Penyegelan SD di Kubutambahan

Buleleng, Kasus sengketa lahan yang berujung pada penyegelan SD Negeri 4 dan SD Negeri 5 Kubutambahan mendapat perhatian serius dari DPRD Buleleng. Komisi IV DPRD Buleleng berencana turun langsung ke lokasi sekolah untuk menelusuri akar persoalan secara menyeluruh. Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhuka Jaya pada selasa(27/1), menegaskan bahwa penyegelan fasilitas pendidikan tidak mungkin terjadi tanpa adanya proses panjang sebelumnya. Menurutnya, semestinya terdapat komunikasi antara pemilik lahan dan pihak sekolah sebelum langkah penyegelan dilakukan. Ia juga tidak menutup kemungkinan munculnya bukti-bukti baru terkait status kepemilikan lahan kedua sekolah tersebut. Termasuk adanya dokumen atau perjanjian yang sebelumnya belum diketahui publik. “Kalau memang diklaim sebag...
DPRD Buleleng Masih Menunggu Hasil Koordinasi Pemda dengan Kemenag soal Ranperda Widyalaya dan Pasraman
PARLEMEN

DPRD Buleleng Masih Menunggu Hasil Koordinasi Pemda dengan Kemenag soal Ranperda Widyalaya dan Pasraman

Buleleng, DPRD Kabupaten Buleleng masih menunggu hasil koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Agama Republik Indonesia terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya dan Pasraman. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Sukarmen, dalam rapat gabungan Komisi I dan Komisi IV DPRD Buleleng yang digelar di Ruang Komisi IV DPRD Buleleng, Selasa (27/1/2026). Rapat tersebut membahas tindak lanjut Ranperda Widyalaya dan Pasraman yang saat ini masih dalam proses pembahasan bersama pihak eksekutif. Nyoman Sukarmen menjelaskan, DPRD Buleleng masih menunggu langkah koordinasi lanjutan yang dilakukan pemerintah daerah dengan Kementerian Agama, khususnya terkait komitmen serta mekanisme kerja sama...
DPRD Buleleng Tekankan Penerapan Reward dan Punishment dalam Ranperda Penanggulangan Kemiskinan
PARLEMEN

DPRD Buleleng Tekankan Penerapan Reward dan Punishment dalam Ranperda Penanggulangan Kemiskinan

Buleleng, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng melalui Komisi II dan Komisi III menekankan pentingnya penerapan sistem reward dan punishment dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan Kemiskinan. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, SE, dalam rapat komisi pembahas Ranperda Penanggulangan Kemiskinan yang berlangsung di Ruang Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng, Selasa (27/1/2026). Wayan Masdana menegaskan bahwa data merupakan instrumen paling mendasar dan mutlak dalam mengidentifikasi masyarakat miskin, yang prosesnya harus dimulai dari tingkat desa. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap proses pemutakhiran data, mengingat validitas data akan sangat men...
DPRD Buleleng Dorong Standarisasi Harga Bansos demi Transparansi
PARLEMEN

DPRD Buleleng Dorong Standarisasi Harga Bansos demi Transparansi

BULELENG, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, SM, menegaskan pentingnya penetapan standar satuan harga dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dan hibah kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat antara DPRD Buleleng bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Senin (26/1/2026). Dalam rapat tersebut, Ketut Ngurah Arya menilai standar satuan harga mutlak diperlukan agar penyaluran hibah dan bantuan sosial dapat berjalan tertib, transparan, serta seragam di seluruh OPD. Menurutnya, setiap dinas perlu memiliki acuan harga yang jelas sehingga tata cara permohonan hibah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak berbeda-beda. “Dengan adanya standar satuan harga, kami mendorong seluruh OPD, termasuk Dinas...
Cegah Polemik Berulang, DPRD Buleleng Dorong Sosialisasi Layanan Kesehatan
PARLEMEN

Cegah Polemik Berulang, DPRD Buleleng Dorong Sosialisasi Layanan Kesehatan

Buleleng, DPRD Kabupaten Buleleng menekankan pentingnya sosialisasi lintas sektor terkait pelayanan kesehatan guna mengantisipasi terjadinya miskomunikasi di tengah masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, SM saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor menyikapi pemberitaan layanan ambulans yang sempat viral pekan lalu. Rapat koordinasi digelar di Ruang Gabungan Komisi Gedung DPRD Kabupaten Buleleng, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Buleleng, Forum Komunikasi Perbekel (Forkom Perbekel), BPJS Kesehatan, serta undangan terkait lainnya. Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya...