Banjar Adat Atensi Penuh Kantong Parkir Saat Buleleng Festival 2026

Singaraja, Persiapan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 terus dimatangkan, termasuk pengelolaan kantong-kantong parkir yang menjadi salah satu perhatian utama selama festival berlangsung.

Delapan banjar adat di wewidangan Desa Adat Buleleng menggelar rapat koordinasi terkait persiapan kantong parkir Bulfest 2026. Rapat berlangsung di Sekretariat Desa Adat Buleleng, Rabu (12/8/2026).

Banjar adat yang terlibat dalam pengelolaan kantong parkir tersebut di antaranya Banjar Adat Liligundi, Bale Agung, Banjar Paketan, Delod Peken, Penataran, Peguyangan, Banjar tengah dan Banjar Tegal.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah banjar adat yang nantinya terlibat dalam pengelolaan kantong parkir selama pelaksanaan Bulfest 2026.

“Kami akan berdiskusi dengan sejumlah banjar adat yang terlibat dalam meng-handle kantong-kantong parkir. Saya tekankan yang bertugas di parkir bukanlah pecalang, melainkan yowana atau krama yang berbusana pakaian adat,” ujar Sutrisna.

Menurutnya, keterlibatan yowana dan krama adat diharapkan dapat membantu mengatur kendaraan dengan lebih tertib sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang menyaksikan rangkaian kegiatan Bulfest.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gunawan Adnyana Putra, mengatakan pengelolaan kantong parkir menjadi salah satu perhatian dalam persiapan Bulfest 2026. Dinas Perhubungan juga telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Desa Adat Buleleng untuk menangani kantong-kantong parkir yang tersedia.

“Di mana yang boleh parkir, di mana yang tidak boleh parkir, kemudian bagaimana cara mengevakuasinya, itu sudah kami buat. Dan satu hal lagi, sekarang kita MoU dengan satu desa adat, Desa Adat Buleleng. Beliaulah yang mengkondisikan dengan banjar-banjar adat, karena hanya desa adat yang mampu memberikan keharmonisan dengan banjar adat,” jelas Gunawan.

Ia menambahkan, pengaturan kantong parkir menjadi bagian penting dalam rekayasa lalu lintas selama Bulfest 2026. Dengan koordinasi antara Dishub, Desa Adat Buleleng, dan banjar adat, diharapkan arus kendaraan serta aktivitas parkir masyarakat dapat berjalan tertib selama festival.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memastikan pelaksanaan Bulfest 2026 tidak hanya meriah dari sisi kegiatan, tetapi juga tetap memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya dalam mobilitas kendaraan di kawasan pusat Kota Singaraja.(dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *