
Singaraja, Buleleng Festival 2026, tiga ruas jalan ditutup total, Dinas perhubungan siapkan rekayasa lalu lintas.
Pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 berdampak pada penutupan sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja. Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng bersama Satlantas Polres Buleleng dan Desa Adat Buleleng telah menyiapkan skema pengalihan arus untuk mendukung kelancaran pelaksanaan festival.
Tiga ruas jalan yang masuk dalam rencana penutupan yakni Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan Jalan Ngurah Rai. Penutupan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama karena aktivitas pemasangan venue Bulfest yang menyebabkan kendaraan roda empat ke atas belum dapat melintas secara normal.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP, saat ditemui Selasa (11/8/2026), mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel untuk melakukan pengaturan sekaligus pengalihan arus lalu lintas selama pelaksanaan Bulfest.
Untuk kendaraan dari arah Karangasem menuju Jembrana, arus akan dialihkan melalui Jalan WR Supratman. Selanjutnya, kendaraan diarahkan menuju Jalan Surapati, Jalan Hasanuddin, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Ahmad Yani.
“Ada 100 orang dari Dinas Perhubungan saja, karena kami ada di setiap persimpangan. Ada 10 simpang yang sudah kami isi dengan personel-personel dan personel-personel itu wajib hukumnya untuk memberikan edukasi, mengawasi, mengawal masyarakat menuju ataupun ke hal-hal yang emergency, misalnya ke rumah sakit, IGD dan lain sebagainya,” ujar Gunawan.
Selain Dishub dan kepolisian, Desa Adat Buleleng turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran Bulfest 2026, khususnya dalam pengaturan kantong-kantong parkir. Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah banjar adat yang akan terlibat dalam pengelolaan kantong parkir selama festival berlangsung.
“Kami akan berdiskusi dengan sejumlah banjar adat yang terlibat dalam meng-handle kantong-kantong parkir. Saya tekankan yang bertugas di parkir bukanlah pecalang, melainkan yowana atau krama yang berbusana pakaian adat,” ungkap Sutrisna.
Masyarakat yang hendak melintas di kawasan pusat Kota Singaraja selama pelaksanaan Bulfest diimbau memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.(dnu)
