PLTU Celukan Bawang Pastikan Pasokan Listrik Bali Tetap Aman

SINGARAJA, Di tengah dinamika pasokan batu bara yang masih terjadi secara nasional, PLTU Celukan Bawang memastikan pasokan listrik di Bali tetap aman dan terkendali. Meski menghadapi kendala pasokan batu bara sejak tahun 2025, operasional pembangkit yang menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan Bali tersebut masih berjalan normal.

Vice Manager Teknik PT General Energy Bali (GEB) PLTU Celukan Bawang, Helmy Rosadi, mengungkapkan bahwa kondisi kelistrikan di sistem Jawa-Madura-Bali turut berdampak terhadap distribusi batu bara ke PLTU Celukan Bawang. Hingga saat ini, pemasok masih memprioritaskan pengiriman batu bara ke sejumlah pembangkit besar yang berada di Pulau Jawa.

“Pasokan batu bara ke Celukan Bawang memang masih terkendala karena belum ada kepastian jadwal pengiriman dari pemasok. Saat ini mereka lebih memprioritaskan pembangkit besar di Jawa,” ujar Helmy.

Menurutnya, PLTU Celukan Bawang memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan listrik di Bali. Saat ini pembangkit tersebut menyuplai sekitar 30 persen kebutuhan listrik Pulau Dewata dan menjadi satu-satunya pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara yang beroperasi sebagai base load atau pemasok listrik utama yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Meski menghadapi tantangan pasokan bahan bakar, Helmy memastikan seluruh unit pembangkit dalam kondisi baik dan tidak mengalami gangguan teknis yang signifikan. Ia juga menegaskan bahwa sistem kelistrikan Bali secara keseluruhan masih berada dalam kondisi aman.

“Bali tidak termasuk wilayah yang diperkenankan melakukan pemadaman bergilir. Kebijakan tersebut mempertimbangkan posisi Bali sebagai daerah pariwisata nasional. Sampai saat ini kondisi subsistem Bali masih aman,” tegasnya.

Sementara itu, Vice Manager Administration and General Affairs PT GEB, Indriati Tanu Tanto, menambahkan bahwa ketersediaan batu bara di PLTU Celukan Bawang masih dalam batas aman untuk mendukung operasional pembangkit dalam beberapa bulan ke depan.

Ia menyebut stok batu bara yang tersedia saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan operasional hingga Agustus 2026. Selain itu, koordinasi dengan PLN terus dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

“Sampai saat ini PLTU Celukan Bawang aman-aman saja. Ketersediaan batu bara masih mencukupi dan diperkirakan aman hingga Agustus. PLN juga terus melakukan pemantauan dan cukup sigap membantu operasional kami,” ungkap Indriati.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Bali diimbau untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan listrik. PLTU Celukan Bawang bersama PLN terus berupaya menjaga keandalan sistem kelistrikan agar aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata tetap berjalan lancar.(uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *