
Buleleng, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng menggelar kegiatan edukasi mengenai sumber air baku, pengolahan hingga pelayanan air minum pada Kamis (9/4) bertempat di Smart Room Perumda Tirta Hita Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Water and Gender” yang menekankan pentingnya peran perempuan, penyandang disabilitas serta remaja sebagai agen perubahan dalam mendorong swasembada air dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Para peserta yang terdiri dari perwakilan forum pelanggan, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Buleleng, perwakilan OSIS SMA/SMK serta mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung bronkaptering Mumbul serta mengunjungi sumber mata air Mumbul. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi terkait sejarah sumber air, proses pengembangannya hingga kondisi pengelolaan saat ini.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia tahun ini juga menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan kelompok perempuan, penyandang disabilitas dan generasi muda secara inklusif dalam pembangunan sektor air.
“Kami berharap ada peningkatan peran perempuan, disabilitas dan remaja untuk secara inklusif melaksanakan upaya pembangunan air yang berkelanjutan. Kegiatan ini baru pertama kali kami laksanakan dengan konsep sederhana, namun ke depan kami harapkan dapat ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak stakeholder,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Perumda Tirta Hita Buleleng juga berkomitmen untuk terus mengeksplorasi serta menjaga keberlanjutan seluruh sumber mata air yang dikelola sebagai upaya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Buleleng.(uka)
