
Banjar, Dari Jurnalis Buleleng untuk Banjar, semangat anak-anak SDN 5 Banjar tak surut meski diterjang banjir.
Kendati seragam hingga seluruh perlengkapan sekolah hanyut terbawa banjir bandang, semangat anak-anak di SDN 5 Banjar untuk meniti pendidikan tidak pernah pudar. Mereka tetap datang ke sekolah dengan senyum, meskipun tanpa seragam yang biasa mereka kenakan.
Banjir bandang yang menerjang Desa Banjar beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghilangkan berbagai perlengkapan sekolah milik para siswa. Tas, buku, hingga alat tulis hilang tersapu derasnya air bah yang datang secara tiba-tiba.
Pemandangan itulah yang turut dirasakan para jurnalis yang sejak awal meliput kejadian banjir di desa yang kental dengan perjuangan itu. Tidak hanya menjadi saksi, para jurnalis juga merasakan kesedihan yang dialami warga. Dari perlengkapan sekolah anak-anak hingga perabotan rumah tangga, semuanya lenyap dalam sekejap.

Berangkat dari kepedulian itu, Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) menggelar aksi sosial dengan berbagi kepada warga yang terdampak bencana. Para jurnalis yang bertugas di Bali Utara pun menggalang dana untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan sekolah, seperti tas dan alat tulis, serta paket sembako bagi warga yang membutuhkan.
Di dalam tas yang dibagikan kepada para siswa, terselip pesan-pesan penyemangat yang ditulis oleh anggota KJB. Pesan sederhana itu diharapkan mampu menguatkan semangat anak-anak untuk terus bermimpi.
“Banjir boleh lewat, tapi cita-citamu harus tetap hebat.”
“Ada hujan, ada pelangi. Setelah rintangan, ada prestasi.”
Pesan-pesan itu menjadi pengingat bahwa bencana bukanlah akhir dari harapan.
Saat rombongan jurnalis tiba di halaman sekolah pada Jumat (13/03), anak-anak menyambut dengan penuh antusias. Senyum cerah langsung terpancar dari wajah mereka.
“Om Swastiastu, selamat pagi bapak-bapak dan ibu,” ucap mereka kompak.
Sambutan hangat itu sontak membangkitkan semangat para jurnalis yang datang untuk memberikan bantuan. Kehangatan yang sederhana tersebut terasa begitu berarti di tengah situasi yang masih diliputi duka akibat bencana.

Sejumlah siswa tampak tersenyum lebar saat menerima tas sekolah dan alat tulis baru. Bagi mereka, bantuan itu bukan sekadar perlengkapan belajar, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah.
Sebanyak 11 siswa yang terdampak paling parah di SDN 5 Banjar menerima tas sekolah dan alat tulis dari KJB. Selain itu, paket sembako juga disalurkan kepada warga Desa Banjar yang rumah dan kehidupannya terdampak banjir bandang.
Presiden KJB, Putu Nova Anita Putra, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para jurnalis di Buleleng terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami dari Komunitas Jurnalis Buleleng turut prihatin atas musibah yang terjadi. Kami tidak hanya meliput kejadian di sini, tetapi juga merasakan langsung bagaimana kondisi masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan membantu meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.

Nova Putra yang juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI Buleleng menambahkan, setelah bencana terjadi banyak perlengkapan sekolah anak-anak yang rusak bahkan hilang terbawa banjir. Karena itu, bantuan berupa tas dan alat tulis diharapkan dapat membantu mereka kembali bersekolah tanpa kekhawatiran.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu adik-adik untuk kembali bersekolah dengan semangat,” katanya.

Bagi para jurnalis, aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial. Lebih dari itu, ini adalah bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari cerita yang mereka tulis. Dan di SDN 5 Banjar hari itu, di tengah luka akibat bencana, senyum anak-anak kembali menjadi tanda bahwa harapan masih selalu ada.(dnu)
