20 Tahun Pasraman Brahma Vidya Samgraha, Ketulusan Jadi Landasan Pengabdian

Buleleng, Dua Dekade Mengabdi, Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha Tegaskan Ketulusan sebagai Sumber Taksu.

Yayasan Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha Gria Agung Panaraga Satyam Ashram Singaraja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 pada Rabu (25/2). Perayaan yang digelar di Banjar Penarungan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng itu berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual.

Memasuki usia dua dekade, pasraman ini terus menunjukkan komitmennya dalam membina pinandita dan umat Hindu. Pada peringatan HUT ke-20 kali ini, diangkat tema “Ing Ati Tuhu Ing Laku Metu Taksu” yang menegaskan pentingnya ketulusan hati dalam setiap bentuk pengabdian.

Kepada reporter Radio Nuansa Giri FM, Manggala Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha, Ida Bhawati Hermawan Tangkas, menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi pengingat bagi para pinandita agar selalu menjalankan tugas dengan hati yang tulus.

“Tema ini mendorong dan mengarahkan pinandita agar benar-benar memiliki jiwa yang tulus. Taksu pinandita akan muncul apabila ngayah dilandasi ketulusan hati,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-20 diisi dengan berbagai aktivitas spiritual dan sosial, di antaranya metatah massal, mewinten massal, pengobatan gratis, serta pembagian kacamata gratis bekerja sama dengan Puskorhindunesia Buleleng. Selain itu, digelar pula bakti sosial bersih-bersih di Pura Jagatnatha Singaraja serta prosesi Rsi Bojana sebagai persembahan kepada nabe, sebagai wujud terima kasih atas tuntunan dan bimbingan yang telah diberikan.

Pada momentum tersebut juga dilaksanakan pengukuhan sisya baru yang selanjutnya akan dibina dalam pendalaman Tri Kerangka Dasar Agama Hindu, meliputi tattwa, susila, dan upacara. Hingga saat ini, jumlah sisya yang tergabung tercatat lebih dari 3.000 orang.

Ida Bhawati Hermawan Tangkas menambahkan, harapan ke depan tidaklah berlebihan. Pihaknya ingin agar seorang pemangku tetap eksis di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan.

“Pemangku tidak hanya sebatas menguasai mantra, tetapi juga harus mampu menjelaskan filosofi ajaran agama kepada umat. Dengan begitu, keberadaannya benar-benar dirasakan dan memberi pencerahan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang turut hadir dalam perayaan tersebut, menyampaikan apresiasi atas eksistensi dan kiprah Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha dalam pembinaan keagamaan. Ia menilai pasraman ini sebagai salah satu lembaga pembinaan pinandita yang aktif dan konsisten menjalankan kegiatan.

Ia berharap ke depan pasraman ini terus meningkatkan kualitas pembinaan kepada para sisya sehingga mampu mengayomi serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

“Keberadaan Pasraman Brahma Vidya Samgraha ini tidak lepas dari dukungan dan motivasi berbagai pihak, sehingga tetap eksis dan dipercaya masyarakat sebagai tempat menimba ilmu keagamaan,” pungkasnya.(uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *