
Singaraja, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Singaraja kembali bekerja sama dengan Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan IV. Kegiatan resmi dibuka pada Sabtu (3/10/2026).
Kepada Reporter Radio Nuansa Giri FM Ketua DPC PERADI Singaraja, Kadek Doni Riana, mengatakan PKPA Angkatan IV diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari calon advokat hingga unsur kepolisian, pertanahan, dan akademisi.
“Peserta yang mengikuti PKPA kali ini kurang lebih 20 orang. Antusiasme masyarakat Buleleng cukup tinggi dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang hukum,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa KDR ini, PKPA menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme dan keterampilan hukum, baik dalam bidang litigasi maupun nonlitigasi. Bagi peserta yang ingin berkarier sebagai advokat, PKPA menjadi tahapan awal sebelum mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) dan menjalani magang selama dua tahun di kantor advokat.
Sementara itu, Ketua Panitia PKPA, Ida Ayu Putu Denny Purba, menjelaskan PKPA Angkatan IV berlangsung secara hybrid pada 3-18 Oktober 2026.
Peserta yang mengikuti PKPA di bawah PERADI pimpinan Prof. Otto Hasibuan juga akan mendapatkan pendampingan hingga tahapan UPA, pengangkatan, dan penyumpahan advokat.
“Walaupun saat pendaftaran UPA nanti peserta belum menerima fisik sertifikat PKPA, mereka tetap diperbolehkan mendaftar ujian karena data dirinya sudah resmi teregistrasi di DPN Peradi Pusat,” jelasnya.
Rektor Universitas Panji Sakti, Dr. I Nyoman Gede Remaja, mengapresiasi kembali dipercayanya Unipas sebagai mitra penyelenggaraan PKPA. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia berharap kerja sama antara Unipas dan DPC PERADI Singaraja dapat terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.
“Melalui PKPA ini, para alumni kami mendapatkan bekal pengalaman praktis sehingga ilmu yang diperoleh bisa langsung diimplementasikan di tengah masyarakat,” katanya.(uka)
