
Denpasar, Turun dengan kekuatan terbatas, Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kabupaten Buleleng tetap mampu menunjukkan daya saing.
Mengandalkan tiga atlet junior, kontingen Buleleng berhasil membawa pulang tiga medali perak dalam ajang Walikota Cup Yongmoodo XVI 2026 yang digelar di Denpasar, Senin (16/3/2026). Ketiga atlet yang masih duduk di bangku SMA tersebut yakni Kadek Mas Abirama Dwi Saputra Panji di kelas 75 kg, I Gusti Ngurah Agung Panji Cakra Indra Prasta di kelas 55 kg, serta I Putu Aryantha Wicaksana di kelas 75 kg+. Ketiganya harus puas finis di posisi kedua setelah menghadapi lawan-lawan tangguh dari kabupaten lain.
Abirama Dwi dan Panji Cakra harus mengakui keunggulan atlet asal Bangli di partai final. Sementara Aryantha Wicaksana juga harus mengubur ambisi emas usai kalah dari wakil kontingen Gianyar.

Pelatih Yongmoodo Buleleng, Ridwan Wilfrid Dairo, mengungkapkan bahwa keikutsertaan tiga atlet junior ini memang difokuskan untuk memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding di level kompetitif.
“Walaupun harus puas dengan perak, ini menjadi bahan evaluasi bagi atlet muda. Kami sudah mulai regenerasi sejak Porprov kemarin, jadi memang masih perlu banyak pembenahan,” ujarnya.
Ridwan yang juga merupakan prajurit 900 Rider Satya Bakti Wirotama ini menambahkan, hasil tersebut justru menjadi modal berharga bagi para atlet muda Buleleng dalam menatap ajang berikutnya, seperti Porjar dan Porprov.
“Saya bersyukur mereka bisa menghadapi atlet-atlet Porprov, meskipun hasilnya belum maksimal. Ini pengalaman yang sangat baik untuk pembinaan ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang atlet, I Putu Aryantha Wicaksana, mengaku cukup kewalahan menghadapi lawannya di partai final. Namun kekalahan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Kemarin kalah dari Gianyar yang fisiknya cukup kuat. Tapi saya tidak berhenti di sini, ini jadi motivasi untuk latihan lebih giat. Mudah-mudahan bisa bertemu lagi di Porprov dan membalas,” candanya.
Dengan hasil ini, Yongmoodo Buleleng menegaskan komitmennya dalam melakukan regenerasi atlet, sekaligus membuka peluang prestasi yang lebih besar di masa mendatang.(dnu)
