PHDI Buleleng Tolak Wacana Pergeseran Hari Suci Nyepi

Singaraja, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng secara tegas menolak wacana pergeseran pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang direncanakan jatuh pada Tilem Kesanga.

Penolakan tersebut disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng, I Gde Made Metera, usai menggelar diskusi bersama PHDI kecamatan se-Kabupaten Buleleng, Kamis (8/1/2026), bertempat di Sekretariat PHDI Buleleng. Metera menegaskan, penolakan ini merupakan sikap resmi PHDI Buleleng dalam menyikapi wacana yang berkembang di tengah masyarakat terkait perubahan waktu pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

“Terhadap wacana pemindahan Hari Suci Nyepi menjadi pada Tilem Kesanga, pada tanggal 5 lalu kami telah mengeluarkan keputusan sementara untuk menolak. Namun hari ini, setelah berdiskusi bersama PHDI di tingkat kecamatan, kami semua sepakat untuk menolak,” tegasnya.

Menurut mantan Rektor Universitas Panji Sakti (Unipas) tersebut, penetapan Hari Suci Nyepi bukanlah keputusan yang diambil secara sederhana. Penetapan itu telah melalui kajian mendalam yang melibatkan para sulinggih, akademisi, ahli wariga, astronomi, serta kajian multidisipliner lainnya.

Ia menjelaskan, penetapan pelaksanaan Nyepi sejak tahun 1981 merupakan hasil dari proses panjang yang matang dan penuh pertimbangan. Keputusan tersebut telah dijalankan secara konsisten hingga kini.

“Para tetua dahulu tentu sudah mengkaji hal ini dengan sangat matang, sehingga ditetapkan dan terus berjalan dari tahun 1981 sampai 2025 kemarin,” imbuhnya.

Selain pertimbangan akademis dan spiritual, Metera yang juga Ketua FKUB Buleleng itu menilai perubahan tanggal Nyepi berpotensi mengganggu kesinambungan tradisi ritual umat Hindu yang telah terintegrasi dengan sistem penanggalan Bali. Hal ini termasuk rangkaian upacara Tawur Agung Kesanga hingga pelaksanaan Catur Brata Penyepian saat Hari Raya Nyepi.

Untuk itu, PHDI Kabupaten Buleleng meminta seluruh pihak agar tetap berpegang pada Keputusan Tahun 1981 sebagai konsensus para tetua dan lembaga resmi umat Hindu. Metera juga mengimbau umat Hindu agar tetap tenang dan menjalankan seluruh rangkaian ritual Hari Suci Nyepi sebagaimana yang telah dilaksanakan selama ini.

“Marilah kita tetap menjaga kesucian dan konsistensi pelaksanaan Nyepi sesuai dengan tuntunan yang telah diwariskan,” pungkasnya.

Sebelumnya sebuah organisasi bernafaskan hindu yang bernama Sabha Kerta Parisadha Hindu Nusantara melontarkan gagasan untuk menggeser pelaksanaan hari suci nyepi. SKHDN mengusulkan pelaksanaan Nyepi kembali bertepatan dengan Tilem Kasanga dalam kalender Bali, yakni saat bulan purnama kesembilan bulan sasih (Tilem Kasanga) Sedangkan sejak tahun 1981 hingga saat ini Nyepi diperingati sehari setelah Tilem Kasanga.(dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *