Cuaca Buruk, Dermaga Pelabuhan Buleleng Ditutup Sementara

Buleleng, Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng memutuskan menutup sementara aktivitas di kawasan dermaga wisata menyusul cuaca buruk yang masih melanda wilayah perairan Buleleng. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pengunjung maupun pelaku usaha wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan penutupan dilakukan hingga kondisi cuaca benar-benar memungkinkan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih terdapat siklon yang berpotensi berdampak pada cuaca ekstrem dalam beberapa minggu ke depan.

“Kami tutup sementara sampai cuaca memungkinkan. Dari sisi keselamatan, baik keselamatan pedagang maupun pengunjung, cuaca saat ini belum aman,” ujarnya.

Keputusan penutupan diperkuat dengan ambruknya ujung dermaga akibat cuaca buruk. Kerusakan tersebut diketahui terjadi pada Senin (12/1/2026) dini hari dan baru terlihat pada pagi harinya.

“Yang ambruk itu ujung dermaga yang biasa digunakan untuk memancing. Kami khawatir kerusakan bisa merembet ke bagian lain, sehingga kami tutup dengan tujuan utama keselamatan,” jelasnya.Sementara itu, fasilitas restoran apung di kawasan tersebut dipastikan masih dalam kondisi aman. Namun demikian, pihaknya belum melakukan pengecekan teknis secara menyeluruh karena kondisi cuaca yang belum stabil.

“Untuk proses perbaikan dan pengecekan teknis kami masih menunggu petunjuk pimpinan. Setelah cuaca membaik dan siklon berakhir, kami akan meminta bantuan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengecekan kelayakan,” tambahnya.

Penutupan kawasan dermaga telah dilakukan sejak hari Senin dengan koordinasi bersama Polsek Kota Singaraja. Pihak kepolisian turut memasang garis polisi (police line) serta papan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki area dermaga demi keselamatan.

Selain itu, aktivitas wisata lumba-lumba (dolphin watching) juga dihentikan sementara. Meski terdapat keluhan dari pengunjung yang tidak dapat menikmati atraksi tersebut, Dispar Buleleng telah melakukan sosialisasi kepada Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA).

“Karena situasi cuaca tidak memungkinkan, paket wisata dolphin tidak dijual. Kami juga sudah memberikan imbauan kepada kelompok nelayan, dan mereka pun tidak berani melaut demi keselamatan diri,” pungkasnya.(uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *