RSUD Buleleng Terbitkan Tujuh Hasil Visum Kasus Dugaan Kekerasan di Panti Asuhan

Singaraja, Sebanyak tujuh hasil visum korban dugaan kekerasan di sebuah panti asuhan telah diterbitkan oleh RSUD Buleleng.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng telah menerbitkan tujuh hasil visum terhadap korban dugaan kasus kekerasan yang terjadi di sebuah panti asuhan. Temuan dari pemeriksaan tersebut beragam, mulai dari indikasi kekerasan seksual hingga kekerasan fisik.

Direktur RSUD Buleleng, Ketut Suteja Wibawa didampingi dokter forensik Klarisa Salim pada (31/3) menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap para korban dilakukan secara hati-hati, mengingat mayoritas korban masih berusia anak-anak. Dari total delapan korban yang diperiksa secara bertahap, tujuh di antaranya telah keluar hasil visumnya.

 “Kami menunggu kesiapan dari korban. Pemeriksaan tidak bisa dipaksakan, apalagi terhadap anak,” ujarnya

Sementara itu, menurut Klarisa Salim, pemeriksaan forensik memerlukan waktu, hal itu dikarenakan pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi luka luar, tetapi juga memastikan usia luka serta kondisi biologis korban. Ia menjelaskan, rentang waktu respons pemeriksaan berkisar antara lima hingga tujuh hari, tergantung jenis serta kebutuhan pemeriksaan lanjutan.

“Beberapa pemeriksaan harus melalui proses khusus, ini yang membuat hasil tidak bisa langsung keluar. Dari sisi usia, mayoritas korban masih tergolong anak-anak dengan rentang usia 13 hingga 15 tahun, meski terdapat juga korban berusia hingga 20 tahun,” paparnya.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dan perlindungan terhadap korban, terutama yang masih di bawah umur. (dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *