Uluran Tangan Perempuan Bali Utara di Tengah Luka Alas Harum

Seririt, Komunitas Perempuan Bali Utara turun langsung berikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.

Pada selasa (24/3), suasana Dusun Alas Harum, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, masih menyisakan jejak luka. Bekas banjir bandang yang menerjang pada 6 Maret lalu belum sepenuhnya pulih. Tanah yang sempat luluh lantak kini perlahan mengering, namun trauma masih terasa di wajah-wajah warga. Di tengah kondisi itu, sekelompok perempuan datang membawa harapan.

Komunitas Perempuan Bali Utara tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga semangat untuk bangkit. Sebanyak 66 kepala keluarga menerima bantuan yang dihimpun secara swadaya oleh seluruh anggota komunitas. Nilainya mungkin tak sebanding dengan kerugian yang dialami, namun maknanya jauh melampaui angka.

Ketua komunitas, Dr. Kadek Sonia Piscayanti, menyebut bahwa kegiatan ini lahir dari rasa empati yang mendalam. Bagi mereka, perempuan tidak hanya hadir dalam ruang domestik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.

“Ini adalah bagian dari visi kami membangun perempuan yang berdaya, bermakna, dan berdampak. Kami ingin hadir di saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Di sela kegiatan, tampak warga berkumpul tidak hanya untuk menerima bantuan, tetapi juga mengikuti layanan cek kesehatan gratis. Anak-anak, orang tua, hingga lansia diperiksa, diberi vitamin, dan yang tak kalah penting diberi perhatian.

Layanan kesehatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Kasih Sayang Buleleng yang dikoordinir oleh Putu Juli Asmari. Sentuhan kemanusiaan terasa kental, seolah menguatkan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit ini.

Hadir pula akademisi Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih yang menilai bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar bantuan fisik. Baginya, kehadiran langsung di tengah masyarakat adalah energi baru bagi para korban.

“Ini penting untuk memulihkan semangat mereka. Dukungan moral sangat dibutuhkan agar mereka bisa bangkit kembali,” tuturnya.

Tak jauh dari kerumunan, anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Ni Made Lilik Nurmiasih, terlihat menyusuri area terdampak paling parah. Ia berbincang dengan warga, mendengar cerita mereka, dan menyaksikan langsung kondisi yang masih memerlukan perhatian.

Salah seorang warga, Putu Pertamayasa, mengungkapkan bahwa bantuan ini datang di saat yang tepat. Ia menggambarkan kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan trauma pascabencana.

“Kami tidak hanya kehilangan secara materi, tetapi juga secara mental. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk kembali kuat,” ujarnya.(dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *