Gde Metera Kembali Pimpin PHDI, Bawa Dua Program Anyar

Singaraja, I Gde Made Metera Terpilih Aklamasi menjadi Ketua PHDI Kabupaten Buleleng periode 2026–2031.

Demikianlah suasana saat ketua PHDI Kecamatan Gerokgak menyampaikan aspirasi dari 9 kecamatan saat berlangsungnya lokasabha IX Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng yang digelar di Aula Universitas Panji Sakti Singaraja, Kamis (26/2).

Dalam forum tersebut, Ketua PHDI Kecamatan Gerokgak, I Putu Mertha Suriana, mewakili seluruh ketua PHDI kecamatan di Kabupaten Buleleng, menyampaikan bahwa hanya ada satu nama yang diusulkan untuk memimpin PHDI Kabupaten Buleleng periode 2026–2031, yakni I Gde Made Metera. Dengan dukungan bulat tersebut, I Gde Made Metera pun ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua terpilih. Ia kemudian dilantik langsung oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, Nyoman Kenak.

Usai pelantikan, Katua PHDI Provinsi Bali Nyoman Kenak menegaskan agar kepengurusan PHDI yang baru dapat lebih aktif turun langsung membina umat hingga ke pelosok-pelosok desa. Ia menyoroti masih ditemukannya kasus pernikahan dini di kalangan umat Hindu yang perlu mendapatkan perhatian serius.

“Mereka harus lebih aktif menjemput bola melayani umat hingga ke pelosok. Apalagi umat kita masih banyak yang mengalami pernikahan dini, ini harus diatasi dengan ajaran agama,” tegasnya.

Sebelumnya saat pembukaan, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak jajaran pengurus PHDI Buleleng untuk meningkatkan pengabdian dalam mengayomi umat Hindu.

“Jadi mengabdi untuk umat, mengayomi, kemudian menyelesaikan permasalahan-permasalahan umat dengan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHDI Buleleng terpilih I Gde Made Metera mengungkapkan bahwa pada periode keduanya ini ia membawa dua program anyar. Pertama, pembinaan terhadap darmika, yakni umat yang telah menjalani prosesi Sudiwadani namun masih membutuhkan pendalaman ajaran agama Hindu. Kedua, pembinaan generasi muda guna menekan angka pernikahan dini.

“Darmika ini adalah saudara kita yang baru masuk Hindu melalui proses Sudiwadani yang masih belum memiliki pengetahuan mendalam tentang ajaran agama Hindu. Selain itu, banyak kita temui pernikahan dini. Kami akan berkolaborasi bersama Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan kepada generasi muda,” jelasnya.

Dengan terpilihnya kembali I Gde Made Metera, diharapkan PHDI Kabupaten Buleleng semakin solid dalam memperkuat pelayanan keumatan serta menjawab berbagai tantangan sosial keagamaan di tengah masyarakat.(dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *