
Buleleng, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menyalurkan sebanyak 11 ribu bibit kelapa genjah kepada petani. Program ini diklaim sebagai langkah strategis memperkuat sektor perkebunan melalui komoditas yang lebih cepat berproduksi dan bernilai ekonomi.
Namun, di tengah berbagai program bantuan pertanian yang telah berjalan, publik berharap penyaluran bibit ini tidak berhenti sebatas distribusi, melainkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, Kamis 8 Januari 2026, menegaskan bahwa kelapa genjah diproyeksikan menjadi komoditas andalan baru bagi petani di Buleleng.
“Kelapa genjah memiliki keunggulan karena lebih cepat berbuah. Kami berharap ini menjadi alternatif komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan petani,” ujar Gede Melandrat.
Ia menambahkan, Dinas Pertanian tidak hanya menyalurkan bibit, tetapi juga menyiapkan pendampingan berkelanjutan agar program tersebut berjalan optimal dan tidak gagal di lapangan.
“Pendampingan akan kami lakukan mulai dari penyaluran, penanaman, pemeliharaan, sampai pengelolaan hasil panen. Petani tidak kami tinggalkan setelah bibit diterima,” tegasnya.
Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi petani di tengah tantangan fluktuasi harga dan perubahan iklim.
Meski demikian, keberhasilan program kelapa genjah ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pendampingan serta kesiapan petani dalam mengelola komoditas secara berkelanjutan, agar bantuan pemerintah benar-benar berbuah hasil, bukan sekadar angka dalam laporan.(eta)
