
Bupati Buleleng bersama Wakil Bupati Buleleng turun langsung memantau pelaksanaan Hari Raya Nyepi di seputaran Kota Singaraja, Kamis (19/03). Kegiatan pemantauan ini turut melibatkan jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng, Kelian Desa Adat Buleleng, serta pecalang di wewidangan Desa Adat Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk, tertib, dan penuh kesadaran, sehingga makna Nyepi sebagai momentum introspeksi diri dapat terwujud secara optimal.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengungkapkan bahwa pemantauan telah dimulai sejak pukul 07.00 Wita dengan berjalan kaki dari rumah jabatan. Rute yang dilalui meliputi kawasan Veteran, Jalan Gajah Mada, kantor Pos, hingga Pelabuhan, dilanjutkan ke Jalan Diponegoro dan Ahmad Yani. Rombongan juga sempat beristirahat di Hotel Wijaya, sebelum melanjutkan pemantauan ke Kantor Desa Banyuasri, Banjar Tegal, dan kembali ke rumah jabatan.
“Selama pemantauan, pecalang bersama linmas terlihat siaga menjaga keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menjelaskan bahwa rangkaian pengamanan telah dimulai sejak pagi hari. Diawali dengan pelaksanaan nepak kulkul pejenengan di Pura Desa pada pukul 06.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan patroli bersama yang melibatkan Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, serta pecalang.
“Di Desa Adat Buleleng terdapat 503 pecalang yang dibagi menjadi dua sif, yakni pagi dan sore, untuk berjaga di wewidangan masing-masing. Sementara pada malam hari, seluruh pecalang bertugas penuh guna memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Desa Adat, pelaksanaan Nyepi di Buleleng diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.(dnu)
