
Banjar, Enam hari pasca terjadi bencana, warga Desa Banjar berarap pemerintah tangani senderan sungai.
Enam hari pasca bencana banjir bandang yang melanda Desa Banjar, masyarakat yang terdampak masih terus membersihkan material lumpur yang masuk ke area rumah mereka. Berbekal cangkul dan sekop, warga bergotong royong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng membersihkan rumah serta lingkungan dari sisa lumpur akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat lalu.
Salah seorang warga Desa Banjar yang sedang membersihkan lumpur, Ketut Sabtu Sukarta, menceritakan detik-detik saat banjir bandang menerjang permukiman. Ia mengatakan air datang secara tiba-tiba dengan membawa batang-batang kayu besar serta berbagai material lainnya yang menghantam rumah warga.
“Tiba-tiba air langsung besar. Saat kejadian ada banyak batang kayu dan sampah, terutama kayu-kayu besar yang menghantam tembok rumah,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, warga juga berharap pemerintah segera membangun senderan di sepanjang aliran Sungai Mandaung guna mencegah bencana serupa terulang kembali.
“Kalau saya maunya sungai ini segera disender. Kalau sudah ditangani, walaupun banjir datang lagi, kami tidak terlalu khawatir. Yang penting segera direalisasikan, jangan hanya wacana. Sejak banjir tahun 2017 sudah ada rencana penyenderan, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi hingga akhirnya ada empat korban,” harapnya.

Menanggapi harapan warga tersebut, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida serta Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menindaklanjuti penanganan daerah aliran sungai (DAS) di kawasan tersebut.
“Ya tentu itu harus segera ditangani. Kami tadi sudah berkoordinasi dengan BWS Bali-Penida dan Pemda Buleleng untuk mengatur penanganan daerah aliran sungai,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi bencana banjir bandang yang menerjang sungai mandaung sehingga berdampak kepada masyarakat yang bermukim di kawasan sungai tersebut, terdapat 4 korban jiwa dalam banjir bandang pada jumat 6 maret lalu. (dnu)
