SENANDUNG GIRI

Senandung Giri : Pancaroba Sedia Payung Sebelum Hujan
SENANDUNG GIRI

Senandung Giri : Pancaroba Sedia Payung Sebelum Hujan

Catus Pata, Wilayah Buleleng dengan luas hampir seperempat Pulau Bali sangat rentan akan terjadinya bencana yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Setiap kali memasuki musim pancaroba, Buleleng hampir selalu berada dalam status waspada. Peralihan cuaca yang ekstrem kerap memicu banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang yang berdampak langsung pada keselamatan warga dan aktivitas ekonomi. Karakter geografis Buleleng yang nyegara gunung mulai dari kawasan pegunungan dan perbukitan di selatan, daerah aliran sungai yang panjang, hingga garis pantai 157 kilometer lebih atau  terpanjang  di Bali menuntut penanganan kebencanaan yang lebih serius dan terencana. Sayangnya, bencana sering kali masih diperlakukan sebagai kejadian musiman, bukan sebagai risiko yang harus dikelola s...
Senandung Giri : Refleksi Akhir Tahun di Tengah Keterbatasan Fiskal Buleleng
SENANDUNG GIRI

Senandung Giri : Refleksi Akhir Tahun di Tengah Keterbatasan Fiskal Buleleng

Catus Pata, Akhir tahun seharusnya menjadi momentum evaluasi yang jujur bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng. Keterbatasan fiskal yang terus berulang tidak lagi bisa dipandang sekadar sebagai kondisi objektif, melainkan sebagai persoalan struktural yang menuntut keberanian mengambil keputusan strategis. Tanpa refleksi mendalam, keterbatasan anggaran hanya akan menjadi dalih pembenaran atas lambannya pembangunan dan ketimpangan pelayanan publik. Ruang fiskal Buleleng yang terbatas memaksa pemerintah Kabupaten Buleleng menentukan skala prioritas. Namun dalam praktiknya, publik masih kerap mempertanyakan arah kebijakan anggaran  apakah benar berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, atau justru terserap pada belanja yang minim dampak langsung. Ketika akses infrastruktur, layanan kesehatan, d...
SENANDUNG GIRI

Senandung Giri : Pemkab Buleleng Bagikan Bibit Cabai dan Terong

Catus Pata, Kebijakan Pemkab Buleleng membagikan bibit cabai dan terong merupakan langkah positif dalam meredam tekanan inflasi, terutama pada komoditas hortikultura yang kerap menjadi pemicu kenaikan harga. Namun, agar program ini benar-benar berdampak, perlu ada perbaikan pendekatan dan pola pelaksanaannya. Selama ini, kegiatan pembagian bibit sering kali terpusat pada OPD dan dinas teknis. Padahal, efektivitasnya akan jauh lebih besar jika sasaran diperluas langsung ke desa adat, kelompok masyarakat, hingga rumah tangga. Pendekatan berbasis komunitas memungkinkan bibit yang disalurkan benar-benar ditanam, dirawat, dan dimanfaatkan. Masyarakat menjadi aktor utama, bukan sekadar penerima simbolis program. Selain itu, program seperti ini tidak semestinya hanya muncul di penghujung tahu...