Songsong Pujawali Pura Kawitan Pasek Celagi, Pasemetonan Gelar Paruman

KARANGASEM – Menjelang pelaksanaan Pujawali di Pura Kawitan Pasek Celagi, Pasemetonan Pasek Celagi menggelar paruman yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus pasemetonan. Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua Umum Pasemetonan Pasek Celagi Provinsi Bali, Gede Darmawa, SE, di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jro Bram dikukuhkan sebagai Ketua Pasemetonan Pasek Celagi Kabupaten Bangli, menggantikan almarhum Jro Gede Sugianto. Selain itu, Jro Ketut Sunia turut dikukuhkan sebagai Kelian Pecalang Pasek Celagi Provinsi Bali.

Pengukuhan ini diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi, meningkatkan koordinasi, serta mendorong peran aktif pasemetonan dalam menjaga adat, tradisi, dan kegiatan keagamaan.

Ketua Umum Pasemetonan Pasek Celagi Provinsi Bali, Gede Darmawa, SE, dalam sambutannya berharap pengurus yang baru dikukuhkan segera melakukan konsolidasi bersama jajaran pengurus dan anggota pasemetonan guna memantapkan persiapan Pujawali.

“Kita ngayah untuk Ida Bhatara Kawitan,” ungkap Gede Darmawa.

Ia menegaskan, semangat ngayah hendaknya menjadi landasan utama bagi seluruh semeton dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam menyukseskan rangkaian Pujawali di Pura Kawitan Pasek Celagi.

Paruman tersebut dihadiri jajaran pengurus Pasemetonan Pasek Celagi dari berbagai kabupaten/kota se-Bali serta para Jro Mangku Kawitan. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi dan koordinasi dalam mempersiapkan pelaksanaan upacara.

Dalam paruman disampaikan bahwa puncak Pujawali akan dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Kaenem, Selasa (24/11/2026). Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan bhakti penganyar hingga prosesi penyineban pada 27 November 2026.

Pelaksanaan upacara yadnya tersebut rencananya akan dipuput oleh lima orang sulinggih dari kalangan Pasek Celagi sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur serta Ida Bhatara yang berstana di Pura Kawitan.

Selain membahas persiapan Pujawali, paruman juga menyampaikan rencana pelaksanaan upacara Pedudusan Alit pada 2027 mendatang. Upacara tersebut memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan sepuluh tahun pelaksanaan karya Ngenteg Linggih pada 2017 silam.

Melalui paruman ini, Pasemetonan Pasek Celagi berharap seluruh krama dan semeton dapat bersinergi serta berpartisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian Pujawali. Momentum ini juga menjadi sarana mempererat pasemetonan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga kesinambungan tradisi dan bhakti kepada leluhur.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *