Laga Pembuka Bupati Cup Disambut Hujan Gol

SINGARAJA – Amertha FC dari Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, langsung menunjukkan ketajamannya pada laga pembuka Bupati Buleleng Cup 2026. Menghadapi Teja Harum dari Desa/Kecamatan Tejakula, Amertha FC tampil dominan dan menang telak 6-1 di Stadion Mayor Metra, Singaraja, Minggu (11/10/2026).

Turnamen yang berlangsung hingga Kamis (22/10/2026) ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarklub lokal, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan pemain untuk memperkuat tim sepak bola Buleleng pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.

Amertha FC langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Galang membuka keunggulan pada menit ke-7, disusul gol Dani empat menit kemudian. Dominasi Amertha FC berlanjut setelah Arya mencetak gol ketiga pada menit ke-20. Keunggulan 3-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Amertha FC semakin leluasa mengembangkan permainan. Holil mencetak dua gol secara beruntun pada menit ke-69 dan ke-70. Dani kemudian melengkapi pesta gol Amertha FC melalui gol keduanya pada menit ke-72, sekaligus mengubah skor menjadi 6-0.

Teja Harum baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Rangga Putra pada menit ke-77. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 6-1 untuk kemenangan Amertha FC tetap bertahan.

Ketua Umum ASKAB PSSI Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan Bupati Buleleng Cup 2026 menjadi salah satu langkah untuk mempercepat proses penjaringan pemain yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2027. Sebagai tuan rumah, Buleleng dituntut membentuk skuad kompetitif dengan mengoptimalkan potensi pesepak bola lokal.

Sebanyak delapan tim diundang mengikuti turnamen tersebut. Peserta terdiri atas empat tim Liga 1, dua tim Liga 2, dan dua tim Liga 3. Sistem undangan dipilih untuk membuat proses pemantauan pemain lebih terarah dan efektif sesuai kebutuhan pembentukan tim Porprov.

Menurut Suyasa, penilaian pemain tidak hanya bergantung pada penampilan selama turnamen. Tim pemandu bakat juga melakukan pengamatan terhadap pemain di luar kompetisi agar potensi pesepak bola dari klub lain tetap dapat terpantau.

“Penilaian tidak hanya dilakukan dari pertandingan di turnamen ini. Kami juga mengandalkan pengamatan tim pemandu bakat terhadap pemain di luar kompetisi, sehingga potensi yang ada di klub lain tetap bisa terpantau,” ujar Suyasa yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng.

Suyasa menegaskan, pembentukan skuad Porprov Bali 2027 akan mengutamakan pemain asli Buleleng sesuai arahan Bupati Buleleng.

“Tidak ada pemain dari luar. Talent scouting semuanya di Buleleng, pemain asli Buleleng,” tegasnya.

Melalui Bupati Buleleng Cup 2026, ASKAB PSSI Buleleng berharap dapat mengidentifikasi pemain potensial secara lebih dini, sehingga persiapan menuju Porprov Bali 2027 sebagai tuan rumah dapat berjalan optimal dan menghasilkan tim yang mampu bersaing.(dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *