Smantiara Championship V Mendunia, Diharapkan Jadi Ajang Pembinaan Atlet hingga Kancah Internasional

Buleleng-Smantiara International Pickleball Championship V kembali digelar di Kabupaten Buleleng, Bali, 21–24 Agustus 2026.

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Bali ini menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga pickleball sekaligus mendorong potensi sport tourism di Buleleng.

Kompetisi internasional yang diselenggarakan SMA Negeri 3 Singaraja ini diikuti atlet dari sembilan negara, termasuk Indonesia. Sebanyak 101 pasang pemain ambil bagian dalam berbagai kategori pertandingan.

Wakil Bupati Buleleng sekaligus Ketua KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi konsistensi SMA Negeri 3 Singaraja dalam mengembangkan olahraga pickleball hingga mampu menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional.

“Pelaksanaan kompetisi internasional oleh sebuah sekolah merupakan sebuah lompatan yang luar biasa dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Buleleng.”

Menurut Supriatna, penyelenggaraan Smantiara Championship memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet.

“Kita berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet sehingga nantinya lahir atlet-atlet Buleleng yang mampu bersaing hingga ke kancah internasional.”

Ia menilai kehadiran atlet dari berbagai negara menjadi bukti bahwa Buleleng memiliki potensi untuk menjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional.

“Terlebih, ajang ini mampu mendatangkan atlet dari berbagai negara untuk bertanding di Buleleng. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi perkembangan olahraga kita.”

Kepala SMA Negeri 3 Singaraja, Putu Eka Wilantara, menegaskan bahwa penyelenggaraan Smantiara Championship merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan pickleball dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.

“Kami ingin olahraga pickleball tidak hanya berkembang sebagai kegiatan olahraga di sekolah, tetapi juga mampu menjadi wadah pembinaan dan prestasi bagi atlet-atlet muda.”

Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga bagi para atlet muda sekaligus membuka kesempatan untuk belajar dari pemain dengan latar belakang dan pengalaman berbeda. (eta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *