
Singaraja, Rehab Pura Segara Buleleng resmi diawali dengan prosesi peletakan batu pertama pada Senin (18/5/2026), yang dipuput Jro Mangku Segara Buleleng, Nyoman Sutayasa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kelian Desa Adat Buleleng, undagi, serta prajuru Desa Adat Buleleng.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis menggunakan batu bata yang dibungkus kain putih bertuliskan aksara Bali serta kelapa gading yang ditempatkan pada bagian ujung tenggara atau bucu kaje kangin. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan dan pemugaran sejumlah pelinggih di Pura Segara Desa Adat Buleleng.
Kelian Desa Adat Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, berharap seluruh krama dapat ikut berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan pembangunan agar proses rehabilitasi berjalan lancar sesuai harapan bersama.
“Kami berharap dukungan dan kebersamaan masyarakat agar rehab Pura Segara dapat berjalan lancar hingga selesai,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, rehabilitasi pura dilakukan demi memberikan kenyamanan bagi umat saat melaksanakan persembahyangan.
“Dengan penataan dan perbaikan ini, kami berharap Pura Segara menjadi lebih tertata, nyaman, dan tetap terjaga kesuciannya sebagai tempat suci umat Hindu,” tambahnya.

Proses pengerjaan pembangunan diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang. Dengan adanya rehabilitasi ini diharapkan kondisi pura menjadi lebih baik dan representatif bagi umat yang melaksanakan persembahyangan.
Seperti diberitakan sebelumnya Pembangunan rehab Pura Segara Buleleng ini bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memugar sebanyak 18 pelinggih, termasuk perbaikan sistem irigasi, instalasi, serta sarana penunjang lainnya.(tut)
