Rakerda FKD Bali 2026 di Singaraja, Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Menuju Forum Dosen Progresif

Buleleng, Forum Komunikasi Dosen Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Organisasi untuk Forum Dosen yang Progresif”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (27/2) bertempat di Aula Kampus STIE Satya Dharma.

Rakerda ini dirangkaikan dengan seminar tata kelola organisasi serta penyusunan program kerja FKD Bali untuk satu periode ke depan. Kegiatan ini diikuti dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Bali yang tergabung dalam FKD Bali.

Kepada Reporter Radio Nuansa Giri FM Ketua Panitia, Dr. Ni Rai Vivien Pitriani, S.Pd.H., M.Pd.H., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen terkait tata kelola organisasi serta strategi kolaborasi antaranggota.

“Kami melaksanakan seminar tata kelola organisasi FKD dan juga Rakerda penyusunan program kerja yang akan kami laksanakan. Dalam kegiatan ini, bagaimana kita meningkatkan pemahaman dosen-dosen yang terdiri dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang tergabung dalam FKD Bali, meningkatkan kolaborasi di antara dosen-dosen, serta memperkuat pemahaman terhadap tata kelola dan strategi kolaborasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa FKD Bali bukan hanya beranggotakan satu perguruan tinggi negeri saja, melainkan merupakan wadah bersama bagi seluruh dosen di Bali. Melalui rapat kerja ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKD Provinsi Bali, Dr. Ni Putu Gatriyani, S.Pd., M.Pd.H., menyampaikan bahwa forum komunikasi ini telah secara nyata melaksanakan kolaborasi dan sinergi antar perguruan tinggi di Bali.

“Forum komunikasi ini sudah melaksanakan kolaborasi yang riil. Kita bersinergi seluruh perguruan tinggi se-Bali, baik PTS maupun PTN, untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan dalam pelaksanaan Tri Dharma tentu ada, baik dari sisi pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Namun dengan adanya sinergi dan kolaborasi antar dosen, tantangan tersebut dapat diminimalisir.

Dari sisi pendidikan, dosen didorong untuk terus meningkatkan strategi pembelajaran secara personal di kampus masing-masing. Sementara dalam pengabdian kepada masyarakat, FKD Bali berupaya memberikan solusi atas berbagai persoalan melalui kajian teoritis maupun pendekatan praktis.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah hingga ke tingkat desa, khususnya dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan kolaborasi di sektor pendidikan sekolah.

“Dengan adanya organisasi ini, dosen tidak hanya aktif di kampus masing-masing, tetapi juga bisa berkolaborasi, memperluas relasi, serta bersinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma. Kualitas suatu kampus juga ditentukan oleh keikutsertaan dosennya dalam organisasi profesi. Kolaborasi inilah yang akan menunjang terwujudnya kampus yang unggul,” pungkasnya.(uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *