Serahkan Seragam, Gubernur Koster Lesehan Bersama Pecalang di Setra Desa Adat Buleleng

Singaraja, Sejak pukul 07.00 Wita, kawasan Setra Desa Adat Buleleng tampak ramai. Bukan karena berlangsungnya upacara kematian, melainkan puluhan karma Desa Adat Buleleng yang terdiri dari pecalang di empat belas banjar adat berkumpul dan bergotong royong membersihkan kawasan setra sembari menunggu kedatangan orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali.

Beberapa jam kemudian, Gubernur Bali Wayan Koster hadir bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya. Turut mendampingi, Anggota DPRD Provinsi Bali Gede Kusuma Putra, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ny. Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Anggota DPRD Kabupaten Buleleng Ni Kadek Turkini.

Kedatangan gubernur asal Desa Sembiran tersebut disambut antusias oleh para pecalang. Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyerahkan bantuan set seragam kepada pecalang di empat belas banjar adat lingkup Desa Adat Buleleng. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat pecalang dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah desa adat.

Bertempat di Setra Desa Adat Buleleng, Sabtu (7/2), Gubernur Koster secara simbolis menyerahkan bantuan set seragam pecalang yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kerta Bali Saguna dengan total anggaran lebih dari Rp200 juta.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peranan pecalang sebagai satuan pengamanan berbasis kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di luar institusi TNI dan Polri.

“Kontribusinya untuk Bali sangat besar. Untuk itu, pemerintah berencana memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pecalang guna memperkuat keberadaan desa adat di Bali,” ujar Koster.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra berharap bantuan seragam tersebut dapat menjadi pelecut semangat pecalang dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah desa adat.

“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan Desa Adat Buleleng pada tahun lalu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali dan Perumda Kerta Bali Saguna. Mantan Kadispar Buleleng itu menjelaskan, awalnya bantuan tersebut hanya direncanakan untuk sekitar 300 stel pakaian. Namun melalui upaya dari Desa Adat Buleleng, jumlah seragam akhirnya meningkat sehingga sebanyak 503 pecalang dapat menerima seragam.

“Selain pecalang, prajuru desa adat dan petugas parkir Setra Desa Adat Buleleng juga menerima bantuan,” pungkasnya. (dnu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *