Senandung Giri: Saat Belang-Belang Dijabat Raja Yang Lihai

Catuspata, Dikisahkan negeri belang-belang baru saja melakukan pergantian tampuk pemepimpinan. Raja negeri Raden Tubagus secara resmi telah digantikan oleh raja yang lihai. Lihai karena sebelum menjadi raja negeri belang-belang, raja ini dianggap mampu memimpin di selatan negeri. Demikian konon penilaian raja belang-belang, antapura, lelangon dan indrakila disingkat Bali. Berbeda dengan suksesi sebelumnya  rakyat di desa Pade Nau Selalu disingkat PNS terlihat biasa-biasa saja. Dulu saat terjadi suksesi rakyat di negeri ini ikut raya-ruyu, walau dengan wajah-wajah sayu karena khawatir bertemu dengan pengawas pemilu. KIni tanpa suksesi mereka tampak lebih adem, mereka bekerja normal. Bahkan pada saat serah terima rakyat di negeri pade nasu selalu pun nggak terlalu, walau saat itu hari libur. Ini menandakan bahwa rakyat di desa Pade Nau Selalu telah siap untuk menerima perintah dari raja yang lihai. Lalu bagaimana dengan rakyat di desa Pade Dadi Ingetang disingkat PDI?  Keceriaan, kegembiran tampak sebagaimana mereka merayakan kemenangan dua kali di negeri belang-belang.  Kenapa? Ya proyeksi perjalanan mereka menuju suksesi dua tahun mendatang semakin terang. Saat baru saja menginjakkan kaki di negeri belang-belang raja yang lihai banyak mendapat pertanyaan dari rakyat negeri seputar komitmen untuk membangun negeri. Namanya saja lihai maka pertanyaan dan keraguan rakyat langsung dijawab dengan mengunjungi pasar sebagai sentra ekonomi. Didampingi suhuyasa, rakyat di desa pade nau selalu dikumpulkan untuk meningkatkan konsolidasi. Jalan-jalan yang rusak juga sudah dilihat untuk segera mendapatkan penanganan. Rakyat seluruh negeri kini berharap banyak agar raja negeri yang baru dapat mengantarkan negeri ini menuju perubahan yang lebih baik.

Tim Pemberitaan Dewata Round Up. (tut/dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.