Senandung Giri: Pesan Raja Negeri Edisi I

Catuspata, Dikisahkan situasi rakyat negeri kini makin sumringah. Betapa tidak si covid yang lama singgah kini makin punah entah karena sudah lelah atau ngahngah he he he. Disatu sisi semangat rakyat negeri untuk bangkit mulai kelebit- kelebit. Para pekerja migran yang sempat meradang kini sudah balik kandang. Mereka memulai aktititas di dura negara. Maan bedik kanggoang ketimbang nganggur jumah, ungkap pekerja migran. Sementara para seniman sudah mulai manggung walau masih sembah puyung. Prinsipnya yang penting manggung soal cuan biar nanti dipikir oleh para tuan. Ya nggak ya nggak. Alhasil ruang terbuka hijau yang sempat benar-benar hijau kini mulai banyak peninjau. Mereka melepas rindu diantara pohon perdu yang mulai layu. Demikian halnya dengan aktifitas olahraga. Disana olahraga disini olahraga. Apalagi kini kerajaan akan kembali menggelar gerak jalan yang sempat vacum duatahun. Alhasil rakyat bergerak, bergerak dan bergerak dan menolak negak ,apalagi negakin taen kebo he he he. Lalu bagaimana dengan pelaksanaan upacara? Ah kalo iti sih nggak usah ditanya lagi. Dulu ketika si kopid masih merajalela saja rakyat negeri mengkeb- mengkeb maturan, apalagi kini? Membludak, bludak dak dak..Sementara cuaca mulai belog ajum. Saat mentari sedang menunjukkan sinarnya tiba tiba hujan turun. Karoan saja para petani pada uring- uringan dan memohon kepada Sanghyang Embang agar cuaca segera distabilkan. Alhasil kini para petani mulai menikmati. Seperti para penjahit, mereka kini gejir- gejir dapat duit. Bunga pacar yang sempat dibuang kini harganya melonjak hingga 90 ribu perkampil. Merekapun bersyukur pada ratu bhatara yang telah membukakan pintu rejeki melalui dua hari suci yang akan segera terlewati.

Kini dikisahkan pada sebuah tempat raja negeri berkesempatan menghadiri acara olahraga. Walau jelang lengser ternyata aktifitas raja negeri tak berhenti. Raja jago lobi dengan sepenuh hati memenuhi undangan rakyatnya. Mendengar kehadiran raja negeri tiba tiba para punggawa desa menyerbu raja negeri ke lokasi. Apa yang terjadi? Simak pada episoda berikutnya.

Tim Pemberitaan Dewata Round Up. (tut/dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.