Mahasiswa STKIP Agama Hindu, Di Tuntut Menjadi Agen Perubahan

Banyuning, Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Agama Hindu di tuntut menjadi agen perubahan dalam situasi pandemi covid -19 serta mendukung gerakan bebas narkotika.

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa Inggris, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Agama Hindu (STKIP) Agama Hindu Singaraja, mengadakan seminar bertajuk Peran Pemuda dalam Mendukung Gerakan Bebas Narkoba Serta Menghadapi Situasi Pasca Pandemi Covid-19 dalam rangka Hari Sumpah Pemuda pada 1 November 2021 pukul 15:00 WITA bertempat di Ruang Widya Sabha, areal Kampus STKIP Agama Hindu Singaraja. HMPS pendidikan Bahasa Inggris menghadirkan dua narasumber yaitu I Gede Astawa, S.H., M.H., dari BNNK Buleleng dan dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., dari bidang kesehatan.

Usai kegiatan kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Agama Hindu Singaraja I Gede Yoga Permana, SP.d., M.Pd mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah memperingati hari Sumpah Pemuda dengan kegiatan-kegiatan yang positif agar dapat memotivasi mahasiswa menjadi agen perubahan dalam melawan narkotika serta berinovasi dimasa pandemi covid-19. “Kegiatan yang kita lakukan adalah donor darah, dan kita juga mengundang narasumber ketua BMI Buleleng, tujuannya adalah memperingati hari Sumpah Pemuda dengan hal yang positif,”ujarnya.

Sementara itu salah seorang narasumber dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG yang akrab dengan sapaan dokter caput mengungkapkan mahasiswa berperan sebagai agen perubahan dengan nilai-nilai positif makan akan membuat suatu perubahan yang baik dimasa pandemi covid-19. “Peran pemuda sangat luar biasa kalau ini digarap dengan bagus akan memberikan dampak yang luar biasa,”pungkasnya.

Selain kegiatan seminar, HMPS Bahasa Inggris STKIP Agama Hindu Singaraja juga mengadakan donor darah dan bazzar.(tim/dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.